<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Blog-nya Tsdipura</title>
	<atom:link href="http://tsdipura.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tsdipura.com</link>
	<description>ide, hikmah, ulasan, cerita,...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Jan 2012 23:13:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tsdipura.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Blog-nya Tsdipura</title>
		<link>http://tsdipura.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tsdipura.com/osd.xml" title="Blog-nya Tsdipura" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tsdipura.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>(Pengantar) Tujuan Ekonomi Islam</title>
		<link>http://tsdipura.com/2011/12/29/pengantar-tujuan-ekonomi-islam/</link>
		<comments>http://tsdipura.com/2011/12/29/pengantar-tujuan-ekonomi-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 17:03:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsdipura</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi islam]]></category>
		<category><![CDATA[kesejahteraan ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[MU Chapra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsdipura.com/?p=756</guid>
		<description><![CDATA[Pengatar* Islam bukanlah agama yang mengajarkan kerahiban[1] . Islam tidak hadir untuk menjauhkan manusia dari berbagai anugerah dan kenikmatan yang telah Allah, Tuhan semesta alam, berikan. Tentang ini Allah berfirman &#8220;Katakanlah: &#8220;&#8221;Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?&#8221;…&#8221; [QS Al A`raf (7) : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsdipura.com&amp;blog=6651746&amp;post=756&amp;subd=tsdipura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pengatar</strong>*</p>
<p><a href="http://tsdipura.files.wordpress.com/2011/12/ootieo-much.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-757" title="OotIEO-MUCh" src="http://tsdipura.files.wordpress.com/2011/12/ootieo-much.jpg?w=112&#038;h=150" alt="" width="112" height="150" /></a>Islam bukanlah agama yang mengajarkan kerahiban[1] . Islam tidak hadir untuk menjauhkan manusia dari berbagai anugerah dan kenikmatan yang telah Allah, Tuhan semesta alam, berikan. Tentang ini Allah berfirman</p>
<p style="text-align:center;"><em>&#8220;Katakanlah: &#8220;&#8221;Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?&#8221;…&#8221; [QS Al A`raf (7) : 32]</em></p>
<p>Islam tidak melihat manusia sebagai makhluk terhina karena dosa yang ia bawa sejak lahir, namun dalam pandangan Islam manusia adalah makhluk yang terhormat sebagai khalifah atau wakil Allah ta`ala dimuka bumi ini. Tentang penciptaan manusia pertama , Allah berfirman</p>
<p style="text-align:center;"><em>“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi” [QS Al Baqarah(2):30] Dimana untuk menjalankan peran ke-khalifahan itulah Allah menyediakan segala sesuatu di bumi ini. “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu” [QS Al Baqarah(2):29]</em></p>
<p>Sehingga dalam ajaran Islam, kebaikan atau keberhasilan seorang manusia tidak dilihat dari bagaimana ia menutup dirinya terhadap anugerah yang telah disediakan oleh Allah ta`ala, namun pada kemampuan untuk menikmati dan memanfaatkannya dalam kerangka nilai-nilai kehidupan yang benar. Melalui nilai-nilai kebenaran yang terkandung di dalamnya, Islam bertujuan memajukan kesejahteraan manusia.</p>
<p>Nilai-nilai kehidupan yang benar yang diajarkan dalam Islam mencakup semua aktivitas kehidupan manusia. Dalam Islam, tidak ada aktivitas kehidupan yang secara total hanya bersifat duniawi. Semua tindakan dalam aktivitas apapun, termasuk aktivitas ekonomi, dapat memiliki nilai spiritual selama tindakan tersebut selaras dengan tujuan dan nilai-nilai Islam. Dalam masalah ekonomi, tujuan dan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam inilah yang menentukan sifat serta bentuk sistem ekonomi Islam.</p>
<p>Oleh karena itu, pemahaman yang baik terhadap tujuan dan nilai-nilai dasar dari ajaran Islam sangat penting untuk dapat memahami sistem ekonomi Islam. Tujuan dan nilai-nilai tersebut diantaranya adalah</p>
<p>1. <a href="http://www.midori-tokodai.org/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=167:kesejahteraan-ekonomi-dan-nilai-moral-islam&amp;catid=45:artikel&amp;Itemid=171" target="_blank">Kesejahteraan ekonomi dalam kerangka nilai-nilai moral Islam</a></p>
<p>2. <a href="http://www.midori-tokodai.org/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=168:persaudaraan-dan-keadilan-universal&amp;catid=45:artikel&amp;Itemid=171" target="_blank">Persaudaraan dan Keadilan universal</a></p>
<p>3. <a href="http://www.midori-tokodai.org/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=169:distribusi-pendapatan-dan-kekayaan-dalam-islam&amp;catid=45:artikel&amp;Itemid=171" target="_blank">Distribusi pendapatan yang adil</a></p>
<p>4. Kebebasan Individu dalam konteks kesejakteraan sosial.</p>
<p>Tujuan dan nilai-nilai Islam tidaklah terbatas pada hal-hal yang disebutkan diatas. Namun hal-hal diatas diharapkan cukup untuk menjadi acuan dalam usaha memahami lebih jauh tentang sistem ekonomi Islam. Hal-hal diatas juga diharapkan mencukupi untuk dapat melihat karakteristik pembeda antara sistem ekonomi Islam dengan dua sistem lain yaitu sistem ekonomi kapitalis dan sosialis.</p>
<p>Catatan Kaki :</p>
<p>[1] Allah berfirman <em>“…Dan mereka mengadakan kerahiban padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka  “</em> [QS Al Hadid(57):27]</p>
<p>Suatu saat setelah Rasulullah shallallahu`alaihiwasallam menyampaikan pelajaran bahwa Hari Pembalasan pasti datang dimana tiap manusia akan bertanggung jawab dihadapan Allah, sebagian sahabat berkumpul dirumah `Utsman bin Maz`un. Lalu mereka bertekad untuk malaksanakan puasa setiap hari, melaksanakan sholat setiap malam dan tidak tidur, tidak memakan daging dan lemak, tidak menikah, tidak memakai wewangian, hanya menggunakan pakaian yang kasar, dan secara umum mereka bertekad untuk menolak kenikmatan-kenikmatan dunia. Lalu Rasulullah shallallahu`alaihiwasallam mendengar hal ini dan berkata kepada mereka :</p>
<p><em>“ Saya tidak diperintah oleh Allah untuk hidup dengan cara seperti itu. Tubuh kamu memiliki hal atasmu, karenanya berpuasalah namun juga meninggalkannya di hari lain, sholatlah dimalam hari namun luangkan pula waktu untuk tidur. Lihatlah saya, saya sholat dan juga tidur di malam hari, saya berpuasa namun juga meninggalkannya di sebagian hari, saya memakan daging dan lemak, dan saya pun menikah. Maka barangsiapa berpaling dari ajaranku bukanlah bagian dari ummatku. “</em>(Simak komentar terhadap QS Al Maidah85) :87 dalam Al Kashshaf, Beirut, 1947, v1, p.67; dan Tafsir Al Qur`an Al Azhim oleh Ibnu Katsir, Cairo, 1955 v.2, p.87-88; Bukhari, Cairo, n.d. v.3, pp.49-50; Muslim, Cairo, 1955 v.2, p.812-818; Darimi, Damascus, 1349 A.D, v.2, p.133)</p>
<p>*dari buku <strong>Objectives of the Islamic Economic Order</strong> oleh <strong>Muhammad Umar Chapra</strong>, The Islamic Foundation 1979. [Dalam rangka belajar dan baca bersama buku Ekonomi Islam di <a href="http://www.midori-tokodai.org">Midori-ISC Tokodai</a>]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tsdipura.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tsdipura.wordpress.com/756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tsdipura.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tsdipura.wordpress.com/756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tsdipura.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tsdipura.wordpress.com/756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tsdipura.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tsdipura.wordpress.com/756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tsdipura.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tsdipura.wordpress.com/756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tsdipura.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tsdipura.wordpress.com/756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tsdipura.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tsdipura.wordpress.com/756/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsdipura.com&amp;blog=6651746&amp;post=756&amp;subd=tsdipura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsdipura.com/2011/12/29/pengantar-tujuan-ekonomi-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bef9ea1764d5bd7aa2f2b1f742138942?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tsdipura</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tsdipura.files.wordpress.com/2011/12/ootieo-much.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">OotIEO-MUCh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hutang Jimaeshugi-nya Pa Karno</title>
		<link>http://tsdipura.com/2011/12/26/hutang-jimaeshugi-nya-pa-karno/</link>
		<comments>http://tsdipura.com/2011/12/26/hutang-jimaeshugi-nya-pa-karno/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Dec 2011 03:06:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsdipura</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[berdikari]]></category>
		<category><![CDATA[gaishi]]></category>
		<category><![CDATA[jimaeshugi]]></category>
		<category><![CDATA[Pa Karno]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsdipura.wordpress.com/?p=747</guid>
		<description><![CDATA[Dalam bukunya `Gaishi`, T.W. Kang menyebutkan beberapa masalah yang akan dihadapi oleh perusahaan asing yang hendak mencari pasar di jepang. Selain prinsip QCDS, dimana pasar jepang memiliki tuntutan yang tinggi terhadap Quality, Cost, Delivery, dan Service, hambatan lain yang mungkin dihadapi adalah kecendrungan pasar jepang untuk tidak percaya pada barang yang tidak di buat di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsdipura.com&amp;blog=6651746&amp;post=747&amp;subd=tsdipura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam bukunya `Gaishi`, T.W. Kang menyebutkan beberapa masalah yang akan dihadapi oleh perusahaan asing yang hendak mencari pasar di jepang. Selain prinsip QCDS, dimana pasar jepang memiliki tuntutan yang tinggi terhadap Quality, Cost, Delivery, dan Service, hambatan lain yang mungkin dihadapi adalah kecendrungan pasar jepang untuk tidak percaya pada barang yang tidak di buat di jepang, beliau mengistilahkan `not manufactured here syndrome`.</p>
<p>Kang melanjutkan, bahwa dalam filosofi bangsa Jepang prinsip ini disebut <em>`Jimaeshugi`</em>yaitu konsep untuk membuat atau memproduksi sendiri di dalam negeri daripada memanfaatkan komponen, alat, atau keahlian dari luar negeri.</p>
<p>Prinsip Jimaeshugi ini diantaranya berasal dari keadaan ketika terjadinya Restorasi Meiji dimana kedatangan pasukan-pasukan barat ke pelabuhan-pelabuhan Jepang tak dapat dibendungi lagi, terlebih dengan kenyataan bahwa pasukan tersebut memiliki teknologi persenjataan dan pendukung lainnya yang jauh lebih tinggi dibandingkan apa yang dimiliki bangsa Jepang saat itu. Kondisi itu membangun tekad mereka untuk tidak pernah lagi mengulangi kesalahan yang sama. Sejak itu bangsa ini berusaha untuk menyerap teknologi dan kemampuan lainnya dari bangsa asing, hingga akhirnya akumulasi dari kemampuan-kemampuan tersebut membuat mereka unggul.</p>
<p>Secara itung-itungan untung rugi jangka pendek, prinsip untuk memproduksi semuanya jelas tidak menguntungkan. T.W Kang pun mengutip pernyataan pimpinan perusahaan di Amerika yang mengatakan `We don`t make what we can buy`. Sedangkan pimpinan perusahaan Jepang cenderung untuk tetap memproduksi salah satu komponennya sendiri meskipun dalam jumlah yang belum kekejar <em>economic of scale</em>-nya. Ketika ditanya tentang keputusan tersebut muncul alasan bahwa dengan itu maka perusahaan bisa mengkontrol sendiri ketersediaan komponen tersebut, menjaga rahasia perusahaan, dan yang terakhir terkait dengan pelayanan pada pelanggan karena dengan mampu mengkontrol semua aspek dari produksi sendiri perusahaan mampu memberi solusi/kepuasan kepada pelangga dengan lebih baik.</p>
<p><a href="http://tsdipura.files.wordpress.com/2011/12/berdikari.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-750" title="berdikari" src="http://tsdipura.files.wordpress.com/2011/12/berdikari.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a>Ok..cukup tentang Jimaeshugi-nya bangsa Jepang. Membaca tentang prinsip Jimaeshugi ini jadi teringat prinsip yang bahkan menjadi tema pidatonya Pa Karno yaitu <strong>BERDIKARI</strong>, <strong>BER</strong>diri <strong>DI</strong> atas <strong>KA</strong>ki sendi<strong>RI</strong>. Dalam pidato tahun 1964 beliau mengemukakan tiga prinsip yaitu berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.  Dalam buku Pa Karno, Sarinah, beliau pun menyatakan</p>
<p>&#8221; Seluruh kepulauan Indonesia saling membutuhkan diri satu sama lain, seluruh kepulauan Indonesia baruhlah menadi satu dasar ekonomis yang kuat bagi industrialisme, jika bergandengan ekonomis satu sama lain, isi mengisi satu sama lain, bantu membantu satu sama lain.&#8221;</p>
<p>masih di buku yang sama Pa Karno pun mengatakan</p>
<p>&#8221; &#8230;Nasionalisme Indonesia itu mempunyai sumber-sumber, mempunyai `penghidup &#8211; penghidup`, dan penghidup-penghidupnya itu ialah tenaga-tenaga masyarakat (sociale krachten) yang hebat dan kuasa, dinamis dan revolusioner, tidak tertahan oleh tenaga apapun juga, meski tenaga imperialisme yang bersenjatakan tentata dan armada.&#8221;*</p>
<p>Prinsip Berdikari ini tidak berarti menutup diri dari kerja sama dengan negara lain, yang penting adalah bagaimana kerjasama itu tidak membuat kita menjadi pihak yang lemah dan bergantung kepada partner kerjasama tersebut. Sebagaimana juga ditekankan oleh Pa Karno dalam pidato Nawaksara berikut :</p>
<p>&#8220;&#8230;bahwa berdikari tidak berarti mengurangi, melainkan memperluas kerjasama Internasional, terutama diantara semua Negara yang baru merdeka. Jangan ditolak, yang ditolak oleh Berdikari adalah ketergantungan kepada imperialisme, bukan kerjasama yang sama derajat dan saling menguntungkan. &#8220;</p>
<p>Yap, prinsip Jimaeshugi dan Berdikari sepertinya memang mirip..hanya memang sangat disayangkan berbeda dengan Jepang yang telah menjalani prinsip Jimaeshugi-nya, prinsip Berdikari sepertinya berakhir di `pidato presiden` tanpa sempat untuk lebih lanjut mengimplementasikan konsep tersebut. Konsep Jimaeshugi-nya Jepang telah membawa bangsa ini menjadi bangsa besar yang tidak hanya mampu melayani kebutuhan warganya, tapi juga memenuhi kebutuhan hidup bangsa-bangsa lain.</p>
<p>Ok, setidaknya konsep ekonomi Berdikari yang dipidatokan pada tahun 1964 tersebut sudah tercatat dalam sejarah bangsa ini sebagai sebuah tekad yang belum terlaksana. Semoga tekad ini masih tersimpan kuat di benak para pemuda-pemudi, para <em>pewarna</em> bangsa ini, di manapun lapangan bermain mereka.</p>
<p>(<span style="text-decoration:underline;">Note</span>: Kutipan pidato Pa Karno diambil dari `Fuadhillah, Dani (2010) <em>Ekonomi Berdikari Dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Pemikiran Sukarno Tentang Ekonomi).</em> Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.`)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tsdipura.wordpress.com/747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tsdipura.wordpress.com/747/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tsdipura.wordpress.com/747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tsdipura.wordpress.com/747/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tsdipura.wordpress.com/747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tsdipura.wordpress.com/747/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tsdipura.wordpress.com/747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tsdipura.wordpress.com/747/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tsdipura.wordpress.com/747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tsdipura.wordpress.com/747/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tsdipura.wordpress.com/747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tsdipura.wordpress.com/747/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tsdipura.wordpress.com/747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tsdipura.wordpress.com/747/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsdipura.com&amp;blog=6651746&amp;post=747&amp;subd=tsdipura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsdipura.com/2011/12/26/hutang-jimaeshugi-nya-pa-karno/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bef9ea1764d5bd7aa2f2b1f742138942?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tsdipura</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tsdipura.files.wordpress.com/2011/12/berdikari.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">berdikari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BUMN : Terminal Aktualisasi Inovasi Nasional ?</title>
		<link>http://tsdipura.com/2011/11/23/bumn-terminal-aktualisasi-inovasi-nasional/</link>
		<comments>http://tsdipura.com/2011/11/23/bumn-terminal-aktualisasi-inovasi-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 03:19:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsdipura</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi nasional]]></category>
		<category><![CDATA[kemandirian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsdipura.wordpress.com/?p=741</guid>
		<description><![CDATA[&#160; BUMN lahir dengan filosofi yang sangat kuat dalam sistem kenegaraan kita, lahir sebagai alat untuk dapat memaksimalkan potensi bangsa baik potensi alam, potensi budaya, maupun sumber daya manusia sebagai penunjang bagi tercapainya kesejahteraan warga. Secara mendasar BUMN diharapkan bisa menjadi alat untuk pemenuhan kebutuhan  masyarakat hingga memiliki standar kehidupan yang baik. Setidaknya potensi-potensi internal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsdipura.com&amp;blog=6651746&amp;post=741&amp;subd=tsdipura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>BUMN lahir dengan filosofi yang sangat kuat dalam sistem kenegaraan kita, lahir sebagai alat untuk dapat memaksimalkan potensi bangsa baik potensi alam, potensi budaya, maupun sumber daya manusia sebagai penunjang bagi tercapainya kesejahteraan warga.</p>
<p>Secara mendasar BUMN diharapkan bisa menjadi alat untuk pemenuhan kebutuhan  masyarakat hingga memiliki standar kehidupan yang baik. Setidaknya potensi-potensi internal yang dimiliki bangsa ini baik berupa kekayaan alam, budaya, iptek, dan sumber daya manusia bisa digunakan seoptimal mungkin bagi pemenuhan kebutuhan atau kesejahteraan masyarakat. Lebih jauh bahkan BUMN diharapkan bisa berperan pada tataran internasional dengan memberikan pelayanan (berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan) bagi bangsa-bangsa lain. Sebagaimana saat ini kita menikmati pelayanan dari industri-industri bangsa lain. Misalnya layanan untuk mengolah hasil bumi kita bahkan juga untuk (sekedar) mengambilkan kekayaan alam yang terlalu susah bagi kita untuk mengambilnya karena ketiadaan kemampuan kita. Juga kebutuhan sehari-hari kita seperti alat komunikasi dan transportasi yang hingga saat ini kita nikmati sebagai bentuk pelayanan industri bangsa-bangsa lain.</p>
<p>Untuk itulah kita memiliki BUMN di berbagai bidang kehidupan, mulai dari hasil bumi, pertanian dan perkebunan, transportasi, telekomunikasi, industri semen, industri baja, dst. BUMN pun diharapkan menjadi pelopor yang bisa memicu lahirnya industri-industri swasta di bidang terkait.</p>
<p>Sangat disayangkan, peran ini dirasa belum dimainkan secara optimal. Misalnya, dengan potensi sumber daya pertanian dan perkebunan juga keberadaan BUMN dalam bidang terkait, sebagai bangsa kita masih belum mandiri untuk dapat memenuhi kebutuhan bangsa sendiri. Terlebih untuk berharap dapat melayani bangsa lain dengan menjadi salah satu pemasok produk-produk pertanian atau perkebunan di kancah internasional.</p>
<p>Ketidakmampuan BUMN kita dalam memainkan perannya disebabkan oleh lemahnya kemampuan teknis dan manajemen pada BUMN kita tersebut. Lalu bagaimana inovasi-inovasi yang lahir dari universitas dan lembaga-lembaga penelitian mendukung BUMN mengatasi hal ini ? Bisakah kita menjadikan BUMN sebagai terminal inovasi nasional kita ? Tempat  dimana inovasi anak bangsa yang terlahir dari pusat-pusat inovasi di universitas maupun di lembaga penelitian mendapatkan aktualisasi nyata. Inovasi tersebut diharapkan tidak berakhir sebagai kumpulan berkas, atau kumpulan sertifikat penghargaan namun menjadi sebab-keunggulan BUMN kita pada bidang terkait. Inovasi bisa berupa inovasi teknis ataupun inovasi manajemen yang seringkali dikeluhkan dari BUMN-BUMN kita.</p>
<p>Darimana kita berawal ? para innovator berinovasi lalu BUMN menyesuaikan `jualan` mereka ? atau para innovator membatasi lingkup target inovasinya pada permasalahan-permasalah yang dihadapi oleh BUMN ? Kedua skema diatas bisa saja dijalankan beriringan, namun skema kedua sepertinya perlu memiliki prioritas utama pada saat ini.</p>
<p>Perubahan perlu dilakukan oleh kedua pihak, para innovator dan penentu kebijakan di BUMN atau lembaga pemerintah terkait. Para innovator perlu bersabar untuk mengarahkan hasrat inovasinya pada permasalahan-permasalahan yang memang dihadapi BUMN.  Di sisi lain, BUMN diharap tidak lagi hanya memiliki perspektif profit jangka pendek dan memperhatikan profit jangka panjang dan kemandirian.</p>
<p>Hadirnya kepemimpinan baru di BUMN saat ini diharap bisa menjadi momentum menuju perubahan ini. Hubungan saling membangun antara BUMN dan sumber-sumber inovasi nasional perlu ditingkatkan. Berkembangnya BUMN sehingga mampu memainkan perannya bagi kemandirian bangsa bahkan berkontribusi terhadap dunia internasional dapat dijadikan parameter untuk menilai efektivitas kolaborasi BUMN dan sumber-sumber inovasi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tsdipura.wordpress.com/741/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tsdipura.wordpress.com/741/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tsdipura.wordpress.com/741/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tsdipura.wordpress.com/741/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tsdipura.wordpress.com/741/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tsdipura.wordpress.com/741/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tsdipura.wordpress.com/741/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tsdipura.wordpress.com/741/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tsdipura.wordpress.com/741/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tsdipura.wordpress.com/741/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tsdipura.wordpress.com/741/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tsdipura.wordpress.com/741/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tsdipura.wordpress.com/741/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tsdipura.wordpress.com/741/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsdipura.com&amp;blog=6651746&amp;post=741&amp;subd=tsdipura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsdipura.com/2011/11/23/bumn-terminal-aktualisasi-inovasi-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bef9ea1764d5bd7aa2f2b1f742138942?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tsdipura</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membangun Jiwa Kepemimpinan dengan Sifat Tauhid dan Semangat Pengorbanan</title>
		<link>http://tsdipura.com/2011/11/22/membangun-jiwa-kepemimpinan-dengan-sifat-tauhid-dan-semangat-pengorbanan/</link>
		<comments>http://tsdipura.com/2011/11/22/membangun-jiwa-kepemimpinan-dengan-sifat-tauhid-dan-semangat-pengorbanan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Nov 2011 04:14:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsdipura</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[idhul adha]]></category>
		<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[semangat pengorbanan]]></category>
		<category><![CDATA[sifat tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsdipura.wordpress.com/?p=739</guid>
		<description><![CDATA[Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La Ilaha Illallah Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahi al-Hamdu. Ma’asyiral Muslimin Hafizhakumullah Tiada ungkapan yang paling indah pada pagi hari ini melebihi kesyukuran kepada Allah ? dengan melantunkan takbir, tahmid dan tahlil. Semangat berkurban yang merasuk ke dalam jiwa kaum mukminin, membangkitkan keimanan untuk senantiasa beramal saleh dan berbuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsdipura.com&amp;blog=6651746&amp;post=739&amp;subd=tsdipura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La Ilaha Illallah Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahi al-Hamdu.<br />
Ma’asyiral Muslimin Hafizhakumullah<br />
Tiada ungkapan yang paling indah pada pagi hari ini melebihi kesyukuran kepada Allah ? dengan melantunkan takbir, tahmid dan tahlil. Semangat berkurban yang merasuk ke dalam jiwa kaum mukminin, membangkitkan keimanan untuk senantiasa beramal saleh dan berbuat untuk agama Allah ?. Semuanya dilakukan atas dasar bakti dan syukur kepada Allah ?, sehingga berbuah kebahagiaan yang bermuara pada ungkapan Allahu Akbar, Laa Ilaha Illallahu, Walillahi al-Hamdu.<br />
Penyembelihan hewan kurban pada setiap Idul Adha senantiasa mengingatkan umat Islam pada perintah Allah ? kepada kekasih dan rasul utusanNya, yaitu Nabi Ibrahim ? untuk menyembelih anak semata wayangnya pada saat itu, yaitu Ismail ? sebagai ujian terberat dalam kehidupannya. Perintah ini dipatuhi oleh Nabi Ibrahim ?, namun penyembelihan anak kesayangannya pada akhirnya terganti dengan seekor domba jantan, maka syariat ini dikekalkan hingga akhir zaman. Kepatuhan terhadap perintah Allah ? mengantar Nabi Ibrahim ? menjadi sosok pemimpin yang kuat. Keteguhan Nabi Ibrahim ? dalam menjalankan ketaatan kepada Allah ? mengukuhkannya sebagai tokoh yang patut diteladani, sebagaimana firman Allah ?:<br />
<em>“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan senantiasa berpegang kepada kebenaran. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah.”</em> QS. al-Nahl(16): 120.<br />
Jiwa kepemimpinan yang kuat menjadi salah satu pelajaran penting dari sosok Nabi Ibrahim ?. Sifat ini membuat Nabi Ibrahim ? sebagai qudwah (teladan) di dalam menjalankan agama secara sempurna. Allah ? mengisahkan di dalam Alquran sifat utama Nabi Ibrahim ? ini dalam menyikapi pelanggaran terhadap ajaran agama, khususnya perkara kesyirikan yang dilakukan oleh penguasa, masyarakat atau bahkan hingga oleh ayahnya sekalipun. Dialog antara Nabi Ibrahim as. dengan ayahnya, dan dengan Raja Namruz di dalam Alquran menegaskan jiwa kepemimpinan yang kuat ini, sehingga Allah ? berfirman:</p>
<p><em>“Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim ? dan orang-orang yang bersama dengan dia, ketika mereka berkata kepada kaum mereka: Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah semata.” </em><em>QS. al-Mumtahanah(60): 4.</em></p>
<p><em>Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahi al-Hamdu<br />
Kaum Muslimin yang berbahagia,<br />
Jiwa kepemimpinan yang kuat menjadikan penguasa suatu bangsa sejajar dengan penguasa bangsa lain atau bahkan lebih mulia, sehingga tidak mudah didikte oleh bangsa manapun kecuali jika sejalan dengan keinginan Allah ?. Kisah Nabi Sulaiman ? dengan Ratu Balqis yang memiliki kekuasaan agung adalah contoh dari sifat ini, Nabi Sulaiman ? tanpa ragu dan rasa takut meminta kepada Ratu Balqis untuk datang menjumpainya dan mengikuti ajaran tauhid yang dibawanya, “Janganlah kalian bersikap sombong kepadaku, namun datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”. Atau Rasulullah ? yang berkirim surat kepada para penguasa di negara-negara adidaya pada zamannya dan mengajak mereka untuk memeluk Islam sebagai agamanya, “Saya mengajak anda untuk menganut agama Islam, niscaya anda akan selamat (di dunia dan akhirat) dan kekuasaan anda akan bertahan”, demikian seruan Rasulullah ? kepada para penguasa ini, di antaranya adalah Kaisar Romawi dan Persia.<br />
Jiwa kepemimpinan menjadikan seseorang sebagai qudwah (teladan) bagi sesama umat manusia di dalam kehidupan. Sebagaimana firman Allah ? sebagai doa orang-orang beriman:<br />
</em><em>“Dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.</em> QS. al-Furqan(25): 74.<br />
Menurut Ibnu Abbas ?, yaitu pemimpin yang diteladani dalam kebaikan.<br />
Keteladanan sikap dan perilaku yang sesuai dengan perkataan, merupakan nilai moral yang dibutuhkan oleh suatu bangsa untuk maju dan disegani. Tumbuhnya kepercayaan dalam diri setiap anggota masyarakat terhadap pemimpinnya disebabkan oleh sifat keteladanannya, sehingga menjadi dasar terhadap pelaksanaan segala kebijakan yang bertujuan membangun kesejahteraan mereka.<br />
Jiwa kepemimpinan juga menjadikan suatu bangsa dapat membangun peradaban yang tinggi dan mampu bertahan dengan peradaban itu. Tidaklah peradaban bangsa-bangsa besar pada zaman dahulu dapat terbangun dan bertahan kecuali karena mereka memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Kekuasaan masing-masing bangsa terbentuk menjadi suatu kekaisaran (imperium) yang memiliki wilayah begitu luas, demikian pula umat Islam yang memiliki wilayah pemerintahan sangat luas dan pengendalian yang kuat terhadap wilayah-wilayah tersebut, khususnya pada masa pemerintahan khulafa’ rasyidun. Pemerintah Islam pada zaman itu berhasil membangun peradaban dunia yang berlandaskan pada ajaran Alquran, berkat jiwa kepemimpinan para khalifahnya.<span id="more-739"></span></p>
<p>Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahi al-Hamdu<br />
Kaum Muslimin yang berbahagia,<br />
Kehilangan atau kelemahan jiwa kepemimpinan akan membuat suatu bangsa inferior (merasa rendah diri) di hadapan bangsa lain, sehingga hanya dapat membeo terhadap segala keinginan bangsa tersebut. Kondisi ini juga bisa membuat bangsa ini menggadaikan kedaulatannya kepada bangsa tersebut dengan tidak langsung, seperti mengadopsi sistem politik, atau menjiplak sistem ekonomi dan budaya secara mutlak. Dampaknya berujung pada kesejahteraan masyarakat, mereka tidak memiliki kemerdekaan penuh dalam pengelolaan sumber daya alam, atau dalam sistem berpolitik dan berbudaya yang bersumber pada nilai-nilai kemuliaan, sehingga tingkat kehidupan mereka tidak mengalami pertumbuhan seiring berkurangnya potensi alam yang ada, tetapi tetap berada di bawah garis kesejahteraan pada bidang ekonomi, atau tetap latah dengan gaya hidup orang lain yang tidak menunjukkan kemuliaan sebagai manusia apalagi sebagai seorang muslim.</p>
<p>Krisis panutan adalah dampak lain dari hilangnya jiwa kepemimpinan di tengah masyarakat. Tidak mudah mencari orang yang selaras perbuatan dengan perkataannya, atau begitu mahal nilai sebuah kejujuran, sehingga menemukan seorang yang jujur menjadi ibarat oase di tengah luasnya gurun tandus kedustaan. Berita tentang seorang yang jujur menjadi luar biasa, media-media informasi meraup keuntungan besar karena menyebarkannya, seorang pejabat penting masyarakat bahkan hingga harus rela berjalan kaki buat menemui orang yang diberitakan jujur tersebut. Mencari panutan pada saat jiwa kepemimpinan telah hilang, ibarat mencari butiran emas di pasir bebatuan sungai, tidak mudah dan paling sering tidak menemukannya. Harapan yang besar biasanya memberi gambaran fatamorgana yang tidak memiliki kebenaran, sehingga pada saat dibutuhkan, yang terjadi hanyalah segudang kekecewaan karena tertipu dengan gambaran lahiriyah tanpa hakikat. Begitulah kondisi suatu masyarakat yang tidak memiliki orang-orang berjiwa pemimpin.</p>
<p>Berbagai kasus di negeri ini menimbulkan kekhawatiran dan keprihatinan akan krisis jiwa kepemimpinan di kalangan anak bangsa. Kasus perusahaan-perusahaan asing yang beroperasi di dalam negeri dan tidak memberikan kontribusi pendapatan yang wajar kepada negara dan bangsa bahkan terhadap masyarakat sekitarnya sekalipun, kasus penanganan terorisme dan korupsi yang terkesan tebang pilih, hingga kasus separatisme yang merebak di tanah Papua dan upaya campur tangan lembaga asing buat penyelesaiannya. Masyarakat tidak mendapatkan teladan yang baik dari para penanggungjawab permasalahan-permasalahan ini, sehingga cenderung bersikap putus asa dan berlepas tangan.</p>
<p>Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahi al-Hamdu<br />
Kaum Muslimin yang berbahagia,<br />
Kondisi krisis seperti ini tidak dapat dibiarkan, harus ada upaya membangun kembali jiwa kepemimpinan pada diri setiap masyarakat, khususnya kaum muslimin sebagai penduduk mayoritas negeri ini. Upaya yang dilakukan itu sepatutnya bersumber pada sejarah perjuangan Rasulullah ? dalam membina pribadi para sahabat. Rasulullah ? merupakan teladan utama dalam pembinaan dan para sahabat adalah teladan terbaik dalam jiwa kepemimpinan, bukan hanya sahabat yang memiliki kekuasaan politik seperti khulafa’ rasyidun, namun secara umum para sahabat yang dibina langsung oleh Rasulullah ?, masing-masing mereka memiliki sifat ini, sehingga setiap sahabat tersebut menjadi pemimpin di bidangnya. Kondisi ini membuat peradaban kaum muslimin pada masa itu berkembang sangat pesat hingga meruntuhkan peradaban lain yang lebih dulu ada, seperti Persia dan Romawi.<br />
Rasulullah ? memulai pembinaan pribadi para sahabat pada permasalahan akidah dan tauhid, penegasan terhadap Kemahaesaan Allah ? untuk disembah dan penolakan terhadap segala bentuk perbuatan kesyirikan. Rasulullah ? menanamkan ke dalam diri para sahabat butir-butir keimanan kepada hari akhirat dan meluruskan visi hidup setiap mereka, sehingga amal perbuatan para sahabat dapat bertujuan ukhrawi meskipun amal itu bersifat duniawi. Rasulullah ? juga meniupkan ke dalam jiwa para sahabat ruh kemerdekaan dan kebebasan dari segala bentuk penghambaan kecuali hanya kepada Allah ? dan bahwa semua manusia dan semua bangsa adalah sama di hadapan Allah ? kecuali yang bertakwa, maka dialah yang termulia.<br />
Rasulullah ? selanjutnya membina jiwa kepemimpinan dalam diri para sahabat dengan menanamkam semangat pengorbanan (tadhiyah). Pengorbanan dengan segala potensi diri yang dimiliki, waktu, harta, perhatian bahkan jiwa, demi menggapai cita-cita termulia yaitu keridaan Allah ? (mardhatullah). Rasulullah ? mendidik para sahabat untuk bersabar dalam pengorbanan ini, semuanya buat hasil terindah berupa surga Allah ?. Sebagaimana ungkapan Rasulullah ? kepada keluarga Yasir ? yang disiksa oleh bangsa Quraisy pada zaman awal agama Islam disebarkan:<br />
<em>“Bersabarlah wahai keluarga Yasir, tempat yang dijanjikan buat kalian adalah surga”</em><em><br />
Rasulullah ? senantiasa mengingatkan para sahabat bahwa cita-cita yang tinggi tidak dapat diraih kecuali dengan pengorbanan dan kesabaran di dalamnya. Segala ujian, berupa kesempitan dan kelapangan, kesusahan dan kelancaran adalah dinamika kehidupan yang harus dilalui oleh siapapun yang telah memilih keimanan sebagai jalannya menuju Allah ?.<br />
Keyakinan terhadap ajaran tauhid menjadi pondasi dari bangunan jiwa kepemimpinan yang kuat, karena dapat memberikan kepada seorang manusia kemerdekaan dari penghambaan dan ketundukan kepada sesama makhluk, sehingga dia tidak takut kecuali hanya kepada Allah ?, tidak tunduk kecuali hanya kepada aturan yang datang dari Allah ? atau yang sesuai dengannya. Sifat pengorbanan di jalan Allah ? menjadi landasan operasional buat membentuk pemimpin yang kuat, karena sifat ini akan menempa seorang manusia menjadi pribadi yang tegar dan tahan terhadap segala ujian, dan juga menghindarkannya dari sifat kikir dan cinta kepada dunia yang berlebih-lebihan.<br />
Kedua sifat ini, yaitu keyakinan yang kokoh dan pengorbanan dengan penuh kesabaran adalah jalan untuk membangun jiwa kepemimpinan yang kuat, sebagaimana firman Allah ?:<br />
</em><em>“Dan kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami, ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami”. </em>QS. al-Sajdah(32): 24.<br />
Namun, kedua sifat ini juga tidak dapat diwujudkan dan dipelihara kecuali dengan proses tarbiyah (pembinaan) yang dijalankan secara berkesinambungan dan mengacu kepada sunnah Rasulullah ? bersama para sahabat.</p>
<p>Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahi al-Hamdu<br />
Kepada segenap dai dan ulama, anda sekalian adalah pemimpin sejati bagi umat manusia, Allah ? telah menjadikan setiap anda sebagai teladan di dalam kehidupan, olehnya itu, jadilah teladan yang baik bagi umat manusia, serukanlah kebenaran dan jangan pernah takut atau ragu untuk menyuarakannya. Sampaikanlah agama, binalah umat ini dengan nilai-nilai kemuliaan yang berdasarkan ajaran tauhid (keesaan Allah ?) dan dakwahkanlah Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta dengan penuh amanah dan kesantunan, semoga dengan itu kesadaran umat untuk menjalankan agama semakin membaik.<br />
Kepada segenap pengelola negara, kami tidak pernah berhenti menyerukan untuk menegakkan keadilan dengan ajaran Islam. Agama Islam diturunkan oleh Allah ? untuk dilaksanakan dan memberikan kesejahteraan kepada umat manusia, olehnya itu jalankanlah tuntunan agama ini dengan penuh keyakinan dan kejujuran, raihlah kemuliaan dan kebanggaan sebagai pemimpin bangsa dengan menjadikan agama sebagai panduan, tegakkanlah kewibawaan bangsa ini karena agama adalah identitasnya, niscaya kewibawaan itu disegani oleh bangsa lain.<br />
Kepada segenap orang tua dan kaum pendidik, kami mengingatkan besarnya tanggungjawab terhadap generasi muda, olehnya itu didiklah anak-anak anda sekalian untuk cinta kepada Allah ?, kepada Rasulullah ? dan kepada agamanya. Tanamkanlah sejak dini ke dalam diri mereka jiwa kepemimpinan yang kuat, dengan memperkokoh akidah tauhid dan memotivasi semangat mereka untuk melakukan ketaatan terhadap perintah-perintah Allah ?, hindarkanlah mereka dari perkara-perkara yang dapat merusak agama, semoga Allah ? mengaruniakan anda sekalian generasi yang saleh.<br />
Kepada segenap kaum wanita, kami menyerukan untuk memelihara kemuliaan dengan berjilbab yang benar, berbusana yang sopan dan jauh dari kesan menjadi fitnah bagi kaum laki-laki, jagalah sikap dan pergaulan agar tetap menunjukkan identitas sebagai wanita muslimah. Janganlah tertipu dengan gemerlap kehidupan dunia seperti yang ditampilkan oleh para artis atau selebritis, karena kadang hal itu tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Jadilah diri sendiri dan lakukanlah kebaikan untuk kemaslahatan diri dan keluarga, semoga anda diberkati menjadi muslimah yang salehah.<br />
Kepada segenap generasi muda Islam, tuntutlah ilmu yang bermanfaat setinggi-tingginya dan berbuatlah yang terbaik bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga buat bangsa, negara dan umat Islam. Manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya dengan beribadah kepada Allah ? dan jangan disia-siakan dengan bersenda gurau tanpa manfaat atau dihabiskan dengan begadang malam di tempat-tempat maksiat. Bersiaplah menjadi pemimpin di masa depan dengan menjadi muslim sejati, semoga Allah ? memberkati hari-hari anda sekalian.</p>
<p>Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahi al-Hamdu<br />
Kaum Muslimin yang Berbahagia,<br />
Mari berkurban sesuai tuntunan Rasulullah ?, hewan yang dapat dikurbankan adalah domba yang genap berusia 6 bulan, kambing yang genap setahun, sapi yang genap 2 tahun. Syaratnya, hewan kurban tidak boleh memiliki cacat atau penyakit yang bisa berpengaruh pada dagingnya, jumlah maupun rasanya, misalnya: kepicakan pada mata, kepincangan pada kaki dan penyakit pada kulit, kuku atau mulut.<br />
Seekor domba atau kambing hanya mencukupi untuk kurban satu orang saja, sedangkan seekor sapi boleh berserikat untuk tujuh orang, kecuali berserikat pahala maka boleh pada semua jenis tanpa batas. Sebaiknya pemilik kurban yang menyembelih sendiri hewan kurbannya, tetapi dia bisa mewakilkannya kepada penjagal, dengan syarat seorang muslim yang menjaga shalatnya, mengetahui hukum-hukum menyembelih dan upahnya tidak diambilkan dari salah satu bagian hewan kurban itu sendiri, kulit atau daging, meskipun dia juga bisa mendapat bagian dari hewan kurban sebagai sedekah atau hadiah. Waktu penyembelihan hewan kurban adalah seusai pelaksanaan shalat Idul Adha hingga tiga hari tasyriq setelahnya.<br />
Pembagian hewan kurban yang telah disembelih dapat dibagi tiga bagian, sepertiga buat pemiliknya, sepertiga buat hadiah dan sepertiga buat sedekah kepada fakir miskin. Nilai pahala hewan kurban seseorang di sisi Allah ? tidak hanya diukur dengan banyaknya daging yang dihasilkan atau banyaknya darah yang dikucurkan, tetapi sifat keikhlasan pemiliknya, olehnya itu luruskanlah niat hanya mengharap balasan dariNya semata.<br />
Akhirnya, pada hari yang mulia ini, marilah kita sekali lagi memuji dan bersyukur kepada Allah seraya menundukkan hati, pandangan dan wajah kita, berdo’a dan bermunajat kepada Allah ?,</p>
<p><em>Ya Allah, Engakulah Penguasa langit dan bumi, Penguasa dunia dan akhirat, kami datang kepadaMu pada hari yang penuh berkah ini mengadukan beratnya dosa yang telah kami lakukan. Kami sadar bahwa nikmat pemberianMu belumlah dapat kami syukuri dengan sebenarnya, kami mengaku kesalahan kami lebih banyak dari kebaikan kami, namun kami yakin bahwa Engkau adalah Zat Yang Maha Pengampun, Maha Pengasih dan Penyayang, maka kami berharap kepada-Mu, Ya Allah ampunkanlah segala dosa dan kesalahan kami.<br />
Ya Allah, kedua ayah dan ibu kami adalah orang yang pertama kali berjasa kepada kami, memperkenalkan kami kepada-Mu, merawat, mendidik dan membimbing kami dengan penuh kesabaran, tak jarang airmata mereka tumpah karena ulah kami, Ya Allah tak ada yang mampu kami berikan kepada mereka kecuali seuntai doa kepada-Mu untuk mengampunkan kekhilafan dan kesalahan mereka, melimpahkan kasih sayang dan rahmat kepada mereka, ampunkan mereka yang telah wafat, bimbing dan tunjukilah mereka yang masih bersama kami dan jadikanlah kami orang yang mampu berbakti kepada mereka sesuai tuntunan-Mu, Engkaulah Zat Yang Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan Doa.<br />
Ya Allah berkahilah negeri kami ini dan seluruh negeri kaum muslimin dengan ketaatan kepada-Mu, yang akan mengundang curahan rahmat-Mu. Lindungilah negeri kami ini dan seluruh negeri kaum muslimin dari busuknya dosa dan pengingkaran atas syariat-Mu. Ya Allah janganlah Engkau timpakan azab atas kami karena kezaliman sebagian orang di antara kami. Berikankanlah pemimpin-pemimpin kami keyakinan dan kemampuan untuk menjalankan syariat-Mu, yang dengannya mereka membimbing kami menuju keselamatan di dunia dan di akhirat.<br />
Ya Allah, Zat Yang Maha Mengabulkan doa kabulkanlah doa kami, penuhilah permintaan kami, kamilah hamba-Mu yang lemah, harapan kami hanya kepadaMu, Engkau Maha Mendengar, Engkaulah Penguasa satu-satunya Yang Haq, Engkaulah sebaik-baik Pemberi yang diharap. </em><br />
<strong>Naskah Khutbah Seragam Idul Adha 1432 H<br />
disusun oleh :<br />
Dewan Syariah Wahdah Islamiyah</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tsdipura.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tsdipura.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tsdipura.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tsdipura.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tsdipura.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tsdipura.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tsdipura.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tsdipura.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tsdipura.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tsdipura.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tsdipura.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tsdipura.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tsdipura.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tsdipura.wordpress.com/739/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsdipura.com&amp;blog=6651746&amp;post=739&amp;subd=tsdipura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsdipura.com/2011/11/22/membangun-jiwa-kepemimpinan-dengan-sifat-tauhid-dan-semangat-pengorbanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bef9ea1764d5bd7aa2f2b1f742138942?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tsdipura</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ibrahim `alaihissalam Pembangun Keluarga Pejuang</title>
		<link>http://tsdipura.com/2010/11/16/ibrahim-alaihissalam-pembangun-keluarga-pejuang/</link>
		<comments>http://tsdipura.com/2010/11/16/ibrahim-alaihissalam-pembangun-keluarga-pejuang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Nov 2010 07:09:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsdipura</dc:creator>
				<category><![CDATA[khutbah `idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[nabi ibrahim]]></category>
		<category><![CDATA[nabi ismail]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsdipura.wordpress.com/?p=733</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsdipura.com&amp;blog=6651746&amp;post=733&amp;subd=tsdipura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><iframe class="scribd_iframe_embed" src="http://www.scribd.com/embeds/42736204/content?start_page=1&view_mode=list&access_key=key-1lijs9s2lmwc617s6hlb" data-auto-height="true" scrolling="no" id="scribd_42736204" width="100%" height="500" frameborder="0"></iframe>
<div style="font-size:10px;text-align:center;width:100%"><a href="http://www.scribd.com/doc/42736204">View this document on Scribd</a></div></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tsdipura.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tsdipura.wordpress.com/733/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tsdipura.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tsdipura.wordpress.com/733/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tsdipura.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tsdipura.wordpress.com/733/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tsdipura.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tsdipura.wordpress.com/733/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tsdipura.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tsdipura.wordpress.com/733/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tsdipura.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tsdipura.wordpress.com/733/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tsdipura.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tsdipura.wordpress.com/733/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsdipura.com&amp;blog=6651746&amp;post=733&amp;subd=tsdipura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsdipura.com/2010/11/16/ibrahim-alaihissalam-pembangun-keluarga-pejuang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bef9ea1764d5bd7aa2f2b1f742138942?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tsdipura</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Habibie : &#8220;No Energy&#8230;No Synergy &#8220;</title>
		<link>http://tsdipura.com/2010/11/10/habiebie-no-energy-no-synergy/</link>
		<comments>http://tsdipura.com/2010/11/10/habiebie-no-energy-no-synergy/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Nov 2010 07:13:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsdipura</dc:creator>
				<category><![CDATA[habiebie]]></category>
		<category><![CDATA[PLTN]]></category>
		<category><![CDATA[reaktor nuklir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsdipura.wordpress.com/?p=725</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;&#8230;semuanya itu hanya bisa berfungsi jika energinya ada..tanpa energi no synergy of everything untuk menghasilkan nilai tambah..&#8221; Berikut speech dari Pa Habiebie dalam acara Pernyataan Sikap “ PLTN Menjamin Ketahanan Penyediaan Listrik Nasional” yang dikeluarkan oleh Lima LSM. PLTN merupakan salah satu kandidat penyedian energi nuklir nasional yang sejak lama sudah disiapkan oleh bangsa ini.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsdipura.com&amp;blog=6651746&amp;post=725&amp;subd=tsdipura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>&#8220;&#8230;semuanya itu hanya bisa berfungsi jika energinya ada..tanpa energi no synergy of everything untuk menghasilkan nilai tambah..&#8221;</p></blockquote>
<p>Berikut speech dari Pa Habiebie dalam acara Pernyataan Sikap “ PLTN Menjamin Ketahanan Penyediaan Listrik Nasional” yang dikeluarkan oleh Lima LSM. PLTN merupakan salah satu kandidat penyedian energi nuklir nasional yang sejak lama sudah disiapkan oleh bangsa ini.</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://tsdipura.com/2010/11/10/habiebie-no-energy-no-synergy/"><img src="http://img.youtube.com/vi/lVwqYAV1Fzw/2.jpg" alt="" /></a></span>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tsdipura.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tsdipura.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tsdipura.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tsdipura.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tsdipura.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tsdipura.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tsdipura.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tsdipura.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tsdipura.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tsdipura.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tsdipura.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tsdipura.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tsdipura.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tsdipura.wordpress.com/725/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsdipura.com&amp;blog=6651746&amp;post=725&amp;subd=tsdipura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsdipura.com/2010/11/10/habiebie-no-energy-no-synergy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bef9ea1764d5bd7aa2f2b1f742138942?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tsdipura</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CANDLE Reactor&#8230;Innovating to Zero?</title>
		<link>http://tsdipura.com/2010/11/03/innovating-to-zero-consider-nuclear-power/</link>
		<comments>http://tsdipura.com/2010/11/03/innovating-to-zero-consider-nuclear-power/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Nov 2010 20:35:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsdipura</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[bill gates]]></category>
		<category><![CDATA[candle burnup]]></category>
		<category><![CDATA[CO2]]></category>
		<category><![CDATA[electricity]]></category>
		<category><![CDATA[energy miracle]]></category>
		<category><![CDATA[poverty]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsdipura.wordpress.com/?p=716</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Have you seen the article in this morning&#8217;s Nikkei about Thosiba and Bill Gates ? Isn&#8217;t it about your reactor ? &#8220; Demikian pesan yang diterima oleh Prof. Sekimoto dari rekannya melalui email pada tanggal 23 maret 2010. &#8216;Your reactor&#8217; yang dimaksud oleh rekannya tersebut adalah CANDLE reactor yang merupakan kulminasi dari riset beliau terkait [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsdipura.com&amp;blog=6651746&amp;post=716&amp;subd=tsdipura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>&#8220;Have you seen the article in this morning&#8217;s Nikkei about Thosiba and Bill Gates ? Isn&#8217;t it about your reactor ? &#8220;</strong></p></blockquote>
<p>Demikian pesan yang diterima oleh <a href="http://www.crines.titech.ac.jp/eng/overview/index.html" target="_self">Prof. Sekimoto</a> dari rekannya melalui email pada tanggal 23 maret 2010. &#8216;Your reactor&#8217; yang dimaksud oleh rekannya tersebut adalah CANDLE reactor yang merupakan kulminasi dari riset beliau terkait desain reaktor nuklir.  CANDLE reaktor adalah sebuah konsep reaktor nuklir dimana proses pembakaran bahan bakar dapat dianalogikan dengan terbakarnya lilin. Daerah pembakaran bergerak sepanjang sumbu reaktor dengan kecepatan sebanding dengan keluaran energi. Distribusi rapat atom, fluks neutron, dan rapat daya dalam daerah pembakaran tersebut tidak berubah dalam proses penjalaran tersebut. Fenomena penjalaran &#8216;daerah pembakaran&#8217; ini membuat reaktor tipe ini juga disebut <em>traveling wave reactor</em>.</p>
<p>Berikut adalah video pemaparan Bill Gates tentang solusinya untuk mengentaskan kemiskinan. Pertimbangan untuk mencari sumber energi , yang merupakan faktor vital dalam proses pengentasan kemiskinan, juga dipasangkan dengan perhatian terhadap lingkungan. Sumber energi yang dicari haruslah sama sekali tidak menghasilkan CO2&#8230;inilah yang beliau maksud Innovating to Zero.  Nuklir reaktor dengan cara bakar tertentu merupakan salah satu solusi terbaik menurut pertimbangan beliau, bahkan Bill Gates pun berinvestasi untuk mengantarkan konsep yang diformulasikan oleh para ilmuwan dan insinyur reaktor nuklir ke ranah industri. &#8216;Cara bakar tertentu&#8217; inilah yang dikalangan peneliti reaktor nuklir merujuk pada &#8216;Candle Reactor&#8217; yang formulasi formal dan analisis untuk berbagai tipe reaktor dihasilkan dari penelitian Prof.Sekimoto dan murid-muridnya. Meski konsepnya telah dipublikasi di akhir tahun 80-an oleh ilmuwan Rusia.</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://tsdipura.com/2010/11/03/innovating-to-zero-consider-nuclear-power/"><img src="http://img.youtube.com/vi/JaF-fq2Zn7I/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>Ide bisnis reaktor nuklir ini dijalankan melalui <a href="http://www.terrapower.com/Home.aspx" target="_self">TerraPower</a>. Perusahaan baru dengan visi besar dan melibatkan banyak praktisi dan ilmuwan nuklir nomor wahid. Seminar INES 3 (Innovative Nuclear Energy System 3) yang diadakan di Tokyo Tech. beberapa hari ini salah satunya mengumpulkan para desainer reaktor nuklir yang memiliki perhatian terhadap tipe reaktor inovatif ini, juga mengundang TerraPower untuk memaparkan konsep dan status terakhirnya.</p>
<p>John Gilleland, CEO TerraPower, dalam presentasinya kemarin sore memaparkan target bahwa reaktor pertama yang akan ditelurkan oleh TerraPower dengan karakter traveling wave reactor pada tahun 2020. Target yang cukup membuat shock para desainer senior jepang yang hadir saat itu, terlebih beberapa diantara mereka pun punya &#8216;desain reaktor&#8217; sendiri yang telah matang dari sisi ilmiah dan menunggu untuk dikomesialkan.</p>
<p>Ilmuwan Indonesia sebenarnya terlibat aktif dalam proses kulminasi desain CANDLE reaktor di Lab. Sekimoto sejak awal tahun 90&#8242;an, bahkan melibatkan dua generasi ilmuwan-ilmuwan nuklir Indonesia (guru dan murid melakukan penelitian di bawah bimbingan Prof.Sekimoto), bahkan Prof.Zaki Su&#8217;ud , setidaknya pada tataran ilmiah, menawarkan konsep &#8216;modified CANDLE&#8217; yang membuat reaktor ini dapat diaplikasikan dengan kekuatan material saat ini.</p>
<p>Menarik bagaimana kita menyaksikan berkumpulnya momentum dan kapabilitas, semoga disaat momentum itu datang kita punya kemampuan yang memadai. Hmm.. atau kita kejar kapabilitas yang bisa mengundang momentum untuk duduk, bicara,  kemudian berlari bersama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tsdipura.wordpress.com/716/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tsdipura.wordpress.com/716/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tsdipura.wordpress.com/716/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tsdipura.wordpress.com/716/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tsdipura.wordpress.com/716/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tsdipura.wordpress.com/716/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tsdipura.wordpress.com/716/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tsdipura.wordpress.com/716/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tsdipura.wordpress.com/716/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tsdipura.wordpress.com/716/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tsdipura.wordpress.com/716/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tsdipura.wordpress.com/716/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tsdipura.wordpress.com/716/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tsdipura.wordpress.com/716/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsdipura.com&amp;blog=6651746&amp;post=716&amp;subd=tsdipura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsdipura.com/2010/11/03/innovating-to-zero-consider-nuclear-power/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bef9ea1764d5bd7aa2f2b1f742138942?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tsdipura</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karena Toyota adalah Jepang..kita?</title>
		<link>http://tsdipura.com/2010/08/23/karena-toyota-adalah-jepang-kita/</link>
		<comments>http://tsdipura.com/2010/08/23/karena-toyota-adalah-jepang-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 20:06:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsdipura</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[trend iptek]]></category>
		<category><![CDATA[industri nasional]]></category>
		<category><![CDATA[matsushita]]></category>
		<category><![CDATA[sdm]]></category>
		<category><![CDATA[toyota]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsdipura.wordpress.com/?p=658</guid>
		<description><![CDATA[Semester lalu Obara Lab.  meluluskan seorang doktor. Dr.Takezawa yang menekuni bidang direct energy untuk menghasilkan laser dari reaksi fisi merupakan doktor pertama jebolan lab Obara. Sebelumnya banyak mahasiswa master lulus dibawah bimbingan Obara Sensei yang memang masih termasuk angkatan muda dikalangan sensei nuclear dept. tokodai. Sementara itu, lab Sekimoto, -yang boleh dibilang sebagai lab induk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsdipura.com&amp;blog=6651746&amp;post=658&amp;subd=tsdipura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tsdipura.files.wordpress.com/2010/08/hr-puzzle.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-666" title="HR-puzzle" src="http://tsdipura.files.wordpress.com/2010/08/hr-puzzle.jpg?w=150&#038;h=125" alt="" width="150" height="125" /></a>Semester lalu Obara Lab.  meluluskan seorang doktor. Dr.Takezawa yang menekuni bidang direct energy untuk menghasilkan laser dari reaksi fisi merupakan doktor pertama jebolan lab Obara. Sebelumnya banyak mahasiswa master lulus dibawah bimbingan Obara Sensei yang memang masih termasuk angkatan muda dikalangan sensei nuclear dept. tokodai. Sementara itu, lab Sekimoto, -yang boleh dibilang sebagai lab induk karena dari lab itu pula lahir Obara sensei- juga meluluskan mahasiswa doktor dan seorang master. Berbeda dengan lab Obara  yang meluluskan doktor pertamanya, Dr.Ishida dari lab Sekimoto  justeru adalah doktor terakhir dari lab tersebut karena Sekimoto sensei akan pensiun dalam waktu dekat.</p>
<p>Yang menarik  dan menjadi bahasan postingan ini terkait tiga orang lulusan diatas, 2 doktor dan 1 master, adalah follow-up setelah mereka lulus kuliah. Takezawa-san berkarir di Mitsubishi Heavy Industry bagian reaktor tipe PWR, Ishida-san menjadi peneliti di Japan Atomic Energy Agency (JAEA) masih terkait dengan desain reaktor maju yang ia geluti pada studi doktoralnya, dan sang master berkiprah di TEPCO (Tokyo Electric Power Company) sebuah perusahaan yang mensuplai kebutuhan energi kota tokyo, yang mayoritas sumber energinya berasal dari PLTN yang berada di sekitar tokyo.<span id="more-658"></span></p>
<p>Bagi saya siklus ini begitu menarik. Menggambarkan bagaimana alur SDM yang lahir dari dunia pendidikan kemudian berkiprah dalam &#8216;dunia nyata&#8217; baik langsung di industri maupun pendukung industri berupa lemlit. Ya..akhirnya anak jepang yang bersusah payah menghabiskan waktunya studi hingga melanjutkan ke post-graduate mulai mencoba untuk berkiprah di ranah lain. Untuk melanjutkan paska sarjana bukanlah hal yang mudah bagi anak jepang, banyak dari mereka -termasuk diantara tiga rekan diatas- membiaya kuliah dengan uang pinjaman yang harus mereka bayar setelah bekerja. Artinya bekerja, adalah solusi buat mereka. Namun ini bukan hanya solusi pribadi, tapi proses ini menjaga aliran SDM yang highly-educated terhadap lembaga-lembaga baik industri ataupun lemlit yang strategis secara nasional bisa terlaksana. Merekalah yang kemudian akan memperkuat lembaga-lembaga tersebut dan pada akhirnya menjaga &#8216;supremasi&#8217; bangsa yang diwakili oleh lembaga2 tersebut.</p>
<p>Ya..jelas bahwa industri2 disuatu negara seringkali mewakili &#8216;supremasi&#8217; bangsa tersebut. Jepang mendunia dengan industrinya yang mensuplai kebutuhan dunia. Pemenuhan kebutuhan masyarakat dunia terhadap transportasi tidak bisa lepas dari merk2 produk jepang seperti Toyota, Honda, Suzuki dan lainnya. Belum lagi merk Panasonic dan turunannya yang hadir di banyak rumah para penduduk dunia baik dalam bentuk kulkas, setrikaan, air conditioner atau lainnya. Merk2 inilah yang membangun jepang. Bahkan  <a href="http://www.nytimes.com/2010/02/09/business/global/09toyota.html" target="_self">Prof. Masatomo Tanaka</a> mengatakan &#8221; <em>If Toyota is not healthy than Japan is not Healthy</em> &#8220;..ya karena Toyota adalah Jepang.</p>
<p>Semangat membangun industri sebagai tonggak bangsa Jepang begitu terasa pada perusahaan2 jepang. Konosuke Matsushita (KM) salah satu inspirator besar dalam hal ini. Setelah dikagetkan oleh pengumuman Kaisar Jepang pada 15 Agustus 1945 bahwa mereka kalah dalam perang, KM mengumpulkan para petinggi di perusahaannya (Matsushita Electric Industry..yang sekarang menggurita dengan berbagai merk seperti Panasonic,National dan lainnya) dan berpesan  &#8220;<em>We must&#8230;set ourselves to the task of rebuilding the nation. This is the supreme duty of all citizens. The company, too, in accordance with its corporate mission, must rebuild its factories and strive to increase production of household appliances as quickly as possible. This is not only our mission, but our responsibility.</em>&#8220;[John P. Kotter, "Matsushita Leadership",1997]</p>
<p><a href="http://tsdipura.files.wordpress.com/2010/08/kuala_lumpur_petronas_twin_towers.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-665" title="kuala_lumpur_petronas_twin_towers" src="http://tsdipura.files.wordpress.com/2010/08/kuala_lumpur_petronas_twin_towers.jpg?w=150&#038;h=107" alt="" width="150" height="107" /></a>Beberapa negara lain yang juga bangkit, akan mudah kita mengenali &#8216;industry&#8217; yang merepresentasikan kebangkitan tersebut. Samsung atau KEPCO (Korean Electric Power Company) menjadi simbol kebangkitan Korea Selatan. KEPCO dan konsorsiumnya membawa Korea Selatan menjadi negara pengekspor reaktor nuklir dengan penjualan pertamanya ke UEA. Tetangga kita Malaysia pun punya PETRONAS yang menjadi kebanggaan mereka&#8230;yang sekarang dengan begitu gagah mendatangi beberapa negara -bahkan negara yang dulu mengajari mereka- dan menawarkan beasiswa untuk sekola di negerinya.</p>
<p>Begitu pentingya industri suatu negara tentu menunjukkan semakin pentingnya menjaga asupan &#8216;highly qualified&#8217; SDM ke industri tersebut, atau lembaga lain yang mendukung seperti lemlit ataupun lembaga edukasi itu sendiri.</p>
<p>Apa simbol kita ?</p>
<p>Secara nasional kita punya begitu banyak industri2 yang berpotensi untuk menjadi simbol kekuatan kita. Tentunya bukan sekedar simbol..karena memang kemajuan industri tersebut akan berdampak kepada kesejahteraan bangsa. Membawa industri nasional hingga bisa berkiprah secara internasional tentunya perlu strategi dan pengarahan kemampuan dengan tepat. <em>Enabling Technology</em> menjadi salah satu kunci, disinilah koordinasi antara industri tersebut dengan lemlit atapun universitas perlu begitu erat dan efektif. Sehingga hasil penelitian iptek dari lemlit bisa diteruskan di industri hingga keluar &#8216;welfare-impact&#8217;-nya.  Lemlit dan universitas menjadi kunci penting kemajuan indsutri..juga menjadi cikal bakal lahirnya industri2 baru.</p>
<p>Kurang lancarnya alur SDM berkualitas ke industri atau lembaga pendukung tersebut menjadi salah satu masalah. Kondisi mayoritas industri dan lemlit nasional, terutama yang berplat merah, seringkali membuat para SDM berkualitas kita tak terlalu tertarik untuk gabung dan membangun dari dalam. Trend untuk &#8220;membangun industri&#8221; sebagai aplikasi dari ilmu yang diperoleh di bangku kuliah pun sepertinya belum menjadi opsi utama para &#8216;highly educated&#8217; SDM. Harmoni antara pragmatisme pribadi dan idealisme untuk membangun lembaga strategis nasional sebagaimana terlihat dari tiga lulusan diatas memang agak sulit diwujudkan, banyak lubang yang perlu dibenahi&#8230;banyak yang perlu diisi. Richard Feynman -pemenang Nobel Fisika- mengatakan, &#8220;<em>There&#8217;s plenty of rooms at the bottom</em> &#8220;&#8230;yang menjadi masalah -terkait pembahasan kita- adalah bahwa &#8220;bermain di dasar&#8221; atau &#8220;bermain dari dasar&#8221; bukanlah hal yang menarik bagi kebanyakan kita.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tsdipura.wordpress.com/658/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tsdipura.wordpress.com/658/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tsdipura.wordpress.com/658/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tsdipura.wordpress.com/658/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tsdipura.wordpress.com/658/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tsdipura.wordpress.com/658/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tsdipura.wordpress.com/658/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tsdipura.wordpress.com/658/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tsdipura.wordpress.com/658/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tsdipura.wordpress.com/658/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tsdipura.wordpress.com/658/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tsdipura.wordpress.com/658/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tsdipura.wordpress.com/658/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tsdipura.wordpress.com/658/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsdipura.com&amp;blog=6651746&amp;post=658&amp;subd=tsdipura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsdipura.com/2010/08/23/karena-toyota-adalah-jepang-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bef9ea1764d5bd7aa2f2b1f742138942?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tsdipura</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tsdipura.files.wordpress.com/2010/08/hr-puzzle.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">HR-puzzle</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tsdipura.files.wordpress.com/2010/08/kuala_lumpur_petronas_twin_towers.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kuala_lumpur_petronas_twin_towers</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Interaksi Neutron</title>
		<link>http://tsdipura.com/2010/08/16/interaksi-neutron/</link>
		<comments>http://tsdipura.com/2010/08/16/interaksi-neutron/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 07:34:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsdipura</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fisika Reaktor Nuklir]]></category>
		<category><![CDATA[interaksi neutron]]></category>
		<category><![CDATA[penampang lintang]]></category>
		<category><![CDATA[pltn. radiasi]]></category>
		<category><![CDATA[reaktor nuklir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsdipura.wordpress.com/?p=656</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsdipura.com&amp;blog=6651746&amp;post=656&amp;subd=tsdipura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe class="scribd_iframe_embed" src="http://www.scribd.com/embeds/35828025/content?start_page=1&view_mode=list&access_key=key-xaaqj995oe3gjne1dp9" data-auto-height="true" scrolling="no" id="scribd_35828025" width="100%" height="500" frameborder="0"></iframe>
<div style="font-size:10px;text-align:center;width:100%"><a href="http://www.scribd.com/doc/35828025">View this document on Scribd</a></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tsdipura.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tsdipura.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tsdipura.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tsdipura.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tsdipura.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tsdipura.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tsdipura.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tsdipura.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tsdipura.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tsdipura.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tsdipura.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tsdipura.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tsdipura.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tsdipura.wordpress.com/656/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsdipura.com&amp;blog=6651746&amp;post=656&amp;subd=tsdipura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsdipura.com/2010/08/16/interaksi-neutron/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bef9ea1764d5bd7aa2f2b1f742138942?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tsdipura</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Reaksi Nuklir</title>
		<link>http://tsdipura.com/2010/08/16/reaksi-nuklir/</link>
		<comments>http://tsdipura.com/2010/08/16/reaksi-nuklir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 07:30:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsdipura</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fisika Reaktor Nuklir]]></category>
		<category><![CDATA[penampang lintang neutron]]></category>
		<category><![CDATA[PLTN]]></category>
		<category><![CDATA[reaksi nuklir]]></category>
		<category><![CDATA[reaktor nuklir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsdipura.wordpress.com/?p=653</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsdipura.com&amp;blog=6651746&amp;post=653&amp;subd=tsdipura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe class="scribd_iframe_embed" src="http://www.scribd.com/embeds/35272768/content?start_page=1&view_mode=list&access_key=key-r89ckg094hqryl50d0m" data-auto-height="true" scrolling="no" id="scribd_35272768" width="100%" height="500" frameborder="0"></iframe>
<div style="font-size:10px;text-align:center;width:100%"><a href="http://www.scribd.com/doc/35272768">View this document on Scribd</a></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tsdipura.wordpress.com/653/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tsdipura.wordpress.com/653/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tsdipura.wordpress.com/653/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tsdipura.wordpress.com/653/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tsdipura.wordpress.com/653/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tsdipura.wordpress.com/653/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tsdipura.wordpress.com/653/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tsdipura.wordpress.com/653/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tsdipura.wordpress.com/653/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tsdipura.wordpress.com/653/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tsdipura.wordpress.com/653/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tsdipura.wordpress.com/653/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tsdipura.wordpress.com/653/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tsdipura.wordpress.com/653/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsdipura.com&amp;blog=6651746&amp;post=653&amp;subd=tsdipura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsdipura.com/2010/08/16/reaksi-nuklir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bef9ea1764d5bd7aa2f2b1f742138942?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tsdipura</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
